Jumat, 15 Juli 2011

cinta yang khianat

Mencintai adalah pekerjaan yang mulia, karena cinta cenderung melahirkan sifat kasih sayang kepada apa yang kita cinta. Sedangkan sifat “pengasih” dan “penyayang” itu sendiri adalah salah satu sifat Allah SWT, yakni “Ar Rahman” dan “Ar Rahiim”.
Mencintai akan membuat kita melakukan segala sesuatu yang membuat seseorang yang kita cintai merasa senang dan bahagia. Kita rela bersusah payah demi membahagiakan yang kita cinta. Kita rela berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan biaya demi mendapatkan dan memelihara cinta seseorang yang kita cintai tersebut. Pendek kata, demi cinta, katanya mati pun rela. Dari sini, Anda pasti tahu bahwa subyek perasaan cinta pada pembahasan kita ini adalah subyek yang hidup, bukan benda mati atau sebuah status belaka.
Ketika kita mendengar kata “cinta” maka seringnya asosiasi kata itu ialah cinta kepada lawan jenis. Cinta kepada pacar atau kekasih, suami atau istri, meskipun sebenarnya obyek cinta itu sangat luas. Untuk kali ini mungkin kita tekankan pada emosi cinta pada kekasih atau orang yang special di hati kita.
Membahas masalah cinta akan sangat panjang dan penuh perdebatan, karena arti “cinta” bagi setiap orang mungkin berbeda-beda. Namun kali ini yang akan kita kupas mungkin sering terjadi, atau mungkin kita sendiri juga pernah mengalaminya. Apa itu? Tidak lain adalah sebuah episode dari true love story perjalanan cinta kita mencari pasangan hidup. Kalau dibuat film (yang kemungkinan besar bisa box office), judulnya adalah “Menghadapi Pengkhianatan Cinta” atau “My Love, Kenapa Kau Tinggalkan Daku…?”.
Ketika kita sedang sepenuh hati mencintai seseorang, kemudian cinta kita berbalas cinta; tidak ditolak mentah-mentah. Dan si dia juga dari mulutnya sudah berkata bahwa perasaannya juga sama. Oh, indahnya dunia ini. Dua cinta berpadu, aneka bunga pun mekar di hati sepasang insan yang sedang kasmaran. Kasmaran: sejauh mana kau kejar cinta? Bila diteropong dengan kacamata empat dimensi maka akan terlihat di atas kepala mereka berdua beterbangan daun waru merah hati yang berkelap-kelip dan berputar-putar. Ada teman saya yang cintanya baru diterima maka hitam-hitam (pupil) di matanya tiba-tiba berubah menjadi warna pink dan bentuknya menyerupai hati (yang ini hanya fiktif belaka…).
Ceritanya sekarang adalah ternyata seseorang (kekasih) yang sangat kita cintai tersebut tiba-tiba berkhianat (menduakan cinta kita, selingkuh, tidak setia). Tentu yang terjadi adalah broken heart; hati kita pun hancur berkeping-keping!
Dia memang brengsek, bro! Padahal aku ini orang paling setia di dunia…”, demikian sumpah serapah seorang kawan yang lagi patah hati.
Menurut seorang teman saya yang tinggal di pulau Sumatera, dia berpendapat bahwa seorang “pengkhianat cinta”, berarti dia tidak tahu makna sebenarnya tentang cinta itu sendiri. Dia tidak ingin berkomitmen dan tidak ingin terikat dengan cinta yang dia pegang, karena ingin mendapatkan keuntungan dari cinta yang dia tebar (ke orang lain, ed). Dia tidak teguh pendirian dan tidak bisa melihat orang yang lebih cakep atau lebih kaya dari pasangannya.
Sementara itu, teman lain dari Surabaya memiliki pendapat yang agak berbeda sebagai berikut. “Pengkhianat cinta? Pengkhianat itu orang yang menyalahgunakan kepercayaan. Menurutku pengkhianat cinta itu juga bisa ketika kita mencintai makhluk lebih daripada Penciptanya. Misal, setiap manusia diberi hati dengan rasa cinta karena Allah Yang Maha Penyayang, akan tetapi rasa itu diumbar secara berlebihan dan salah sasaran. Mencintai pacar kebangeten (berlebihan, ed) sampai menomor sekiankan Allah, orang tua, juga diri sendiri dan rasa malu. Cinta itu suci, tulus dan ikhlas. Jangan sampai ternoda dech! Kalau terlanjur, cepat perbaiki. Pengkhianat cinta mungkin nggak bisa disalahkan sepenuhnya, mungkin karena dia belum tahu seperti apa cinta itu. Sama halnya dengan cinta orang tua, mereka bekerja untuk kehidupan kita. Bahkan mereka tidak tahu apakah kita akan berbakti atau tidak, tapi mereka tetap mencintai kita dan berdoa yang baik-baik, padahal mungkin kita bolos sekolah, nakal, curang tentang uang SPP, bohong, apalagi sampai melakukan tindak kriminal… berarti kita juga sudah jadi pengkhianat cinta! Baik cinta kepada orang tua, juga cinta kepada Allah. Iya kan?”
Demikianlah beberapa pendapat yang bisa menjadi bahan pembanding. Khusus untuk topik kali ini, saya tidak melibatkan gank saya karena mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita sebutkan dulu beberapa penyebab seseorang berkhianat, menyeleweng atau selingkuh. Anda boleh menambahkan sendiri:
  1. Kita kurang menjaga perasaannya
  2. Si dia mencari atau menemukan yang lebih baik atau lebih sempurna dari kita
  3. Si dia ingin sesuatu yang lebih dari apa yang sudah kita berikan
  4. Si dia sedang mencari sensasi baru
  5. Si dia bukan tipe pasangan setia
  6. Si dia memang sengaja melukai hati kita
  7. Si dia memang seorang buaya darat (untuk lelaki) atau buaya laut (untuk wanita)
  8. Dasar sifatnya playboy atau playgirl
Demikian mungkin beberapa alasan kenapa “si dia” yang sangat kita cintai membalas cinta kita yang tulus, suci, plus murni dengan sebuah pengkhianatan yang kejam dan tidak berperi kekasihsayangan.
Mas, padahal aku sangat mencintainya. Aku mencintainya dengan sepenuh jiwaku. Ketika kami melakukan janji setia, langit dan bumi jadi saksinya. Bahkan dia memintaku untuk bersumpah setia atas nama Tuhan. Aku berpikir bahwa dialah jodoh sejatiku…, tapi kenapa dia tega menduakan cintaku dan menghancurkan perasaanku…?!”
Hmm, tanya sendiri sama orangnya donk… Aa nggak tau! Nich, ada kolor sepatu warna hitam… bisa untuk gantung diri. Tapi putus tidak ditanggung, hehehehe…”
Sahabat, begitulah kalau hati kita tertambat kepada selain Dia Yang Maha Esa. Kalau patah hati pasti menderita. Bagi anda yang sudah biasa dikhianati mungkin tidak merasakan sakit lagi atau malah tidak percaya lagi dengan yang namanya “cinta”.
Saya pikir pengalaman “dikhianati” seseorang yang kita cintai adalah merupakan salah satu berkah, rahmat atau hidayah dari-Nya agar kita mau menginsafi kesalahan dan melakukan instrospeksi diri. Ternyata Dia Maha Membolak-balikkan Hati, sehingga dalam hitungan detik bisa mengubah perasaan yang tadinya suka/cinta dengan kita menjadi sebaliknya.
Jadi, jangan terlalu sedih atau terluka dengan pengalaman yang satu ini. Juga jangan membenci si dia yang telah mengkhianati cinta kita yang seputih salju Himalaya. Sakit hati karena dikhianati benar-benar akan menjadi ladang pembelajaran bagi kita dalam melatih emosi dan bersikap lebih dewasa. Pengalaman sakit hati akan membuat kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan jika kita mau belajar darinya.
Bicara masalah sakit hati karena dikhianati, bukannya saya tidak pernah mengalaminya. Justru pengalaman itu adalah pengalaman terpahit yang pernah saya alami. Namun, dari pengalaman itulah saya banyak mendapatkan pemahaman dan ilmu baru. Saya tidak tahu bagi anda yang mengalami pengalaman yang sama, apakah bisa mengambil manfaatnya atau tidak. Tapi yang jelas hikmahnya selalu ada.
Dari masa sakit hati itu, adanya sahabat-sahabat sejatilah yang bisa menegarkan dan memberi arti indahnya persahabatan. Bila dikenang, hanya sahabat-sahabat sejati sayalah yang ternyata hadir dengan penuh perhatian dan memberi support mental yang luar biasa. Kalau dipikir, ide-ide gila mereka dalam menghadapi “si pengkhianat cinta”-ku saat itu akan membuat saya tertawa sendiri. Dari itu, terkadang sahabat adalah segalanya karena di satu sisi cinta kasih mereka lebih tulus dari kekasih kita yang sebenarnya. Dan sahabat ternyata selalu ada di saat kita benar-benar membutuhkannya.
Jadi ingat hari Minggu kemarin, saya harus meng-cancel beberapa acaraku karena ternyata seorang temanku telah mendaftarkan namaku di acara Seminar Motivasi yang diadakan di kampusnya. Minggu pagi, berempat kami pergi bersama menghadiri seminar tersebut dengan harapan ada ilmu baru yang bisa kami dapatkan. Pulangnya, saya pun mampir ke Warung Bakso favorit kesukaan kawanku. Sahabat sejati… selalu ingat kita di saat kita mungkin tidak ingat dia. Jauh beda dengan si dia yang telah mengkhianati kita.
Selanjutnya, berikut beberapa hal yang mungkin bisa anda lakukan bila ternyata sudah menjadi takdir cinta anda yang katanya tulus dan suci hanya mendapat balasan berupa sebuah pengkhianatan yang “menyakitkan”. Saya sengaja memberi tanda petik pada kata menyakitkan, karena sesungguhnya itu hanya sebagai akibat penilaian (pemberian makna) pikiran kita secara subyektif. Jika kita belajar NLP (Neuro Linguistic Programming) maka akan dijelaskan bahwa sesungguhnya semua kejadian itu bersifat “netral”, hanya pikiran kita saja yang menilai atau memberi “makna”.
Ok, mari kita bahas satu per satu…!
Introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik
Mengatahui ternyata si dia yang sangat kita cinta koq bisa-bisanya meninggalkan kita dan berdua dengan orang lain harusnya disikapi dengan pemikiran bahwa ternyata diri kita bukanlah makhluk yang sempurna. Jika kita manusia yang sempurna, mana mungkin kekasih kita akan pergi meninggalkan kita dan menjalin cinta dengan orang lain. Kita seharusnya melakukan instrospeksi diri. Ternyata diri kita masih banyak kekurangannya sehingga tidak bisa mempertahankan cinta si dia kepada diri kita. Dari sini kita sama sekali tidak boleh bersikap sombong, meskipun secara fisik kita ini cantik dan pernah menjadi covergirl atau tampan dan rupawan. Yang layak untuk sombong hanya Allah SWT.
Setelah kita menganalisis kekurangan diri kita maka langkah selanjutnya adalah memperbaiki diri agar kekurangan-kekurangan tersebut bisa kita minimalisir dengan kelebihan yang ada pada diri kita. Jadikan “sakit karena dikhianati” sebagai cambuk agar diri kita bisa menjadi lebih baik, secara lahir maupun batin.
Dalam proses perbaikan diri ini tidak usah anda mengharapkan si dia akan kembali pada anda, karena setelah dia berkhianat/berselingkuh maka anda tahu bahwa ternyata cintanya tidaklah murni.
Tapi aku sangat mencintainya, Mas! Aku sangat menyayanginya!”
Tidak perlu diuraikan lebih jauh lagi ya, karena kalau sudah begini maka yang bicara adalah emosi. Dan kalau menuruti emosi maka tidak akan ada titik temunya.
Kalau si dia mau tobat, bagaimana Mas?”
Kalau dia mau tobat maka dia tidak akan mencari cintamu lagi. Dia hanya akan menemuimu untuk minta maaf, kemudian tiap malam dia akan bersujud memohon ampunan-Nya dan taqarrub ilallah…”
Hmm…, masuk akal juga. Matur nuwun, Mas!”
Memaafkan dan mengikhlaskan
Langkah selanjutnya ialah memaafkan dan mengikhlaskan, tidak hanya orangnya, tapi juga perbuatan si dia yang membuat luka di hati kita. Ini dimaksudkan agar kita bisa merelease emosi negatif berupa amarah, sakit hati maupun dendam dari hati kita, karena semua emosi tersebut adalah emosi yang akan sangat menghambat kemajuan diri kita. Orang yang menyimpan dendam cenderung akan sulit meraih kesuksesan karena semua emosi negatif tersebut akan menyedot energi psikis kita. Jadi, bukannya kita tambah bahagia, namun makin menderita.
Maafkanlah orang yang telah mengkhianati kita, karena memaafkan adalah akhlak yang dicontohkan Rasulullah Saw. Kalau tidak ada orang yang menyakiti hati kita maka kapan kita praktek langsung meneladani akhlak Nabi, yakni memaafkan.
Ikhlaskanlah, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini—termasuk orang yang menyakiti hati kita—juga adalah milikNya. Ikhlaskan kepergiannya dari hati kita agar tidak ada emosi negatif yang bersarang di hati dan menjadi sumber penyakit, baik lahir maupun batin.
Pernah beberapa tahun yang lalu ketika sedang merasakan sakit hati karena dikhianati, seorang kawan yang sedang pulang dari kuliahnya di Jakarta berkunjung dan berkata, “Bersyukurlah coy, itu tandanya Allah masih sayang sama kamu dan mau menunjukkan bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu. Untung selingkuhnya sekarang, coba kalau nanti ketika dia sudah jadi istrimu…”
Yakinlah bahwa hukum karma itu ada
Jika kita mau membuka kitab suci, di situ Allah SWT berfirman dalam Surat Al Israa’ ayat 7 yang artinya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…”. Dari sini kita tahu bahwa jika orang lain menyakiti kita sesungguhnya dia sedang menyakiti dirinya sendiri. Demikian juga jika menyakiti orang lain, sesungguhnya kita juga sedang menyakiti diri sendiri. Pendek kata, semua itu akan ada balasannya, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Hukum karma atau hukum tebar-tuai menyatakan bahwa apa yang kita tebar maka itulah yang akan kita peroleh. Jika yang kita tebar adalah kejahatan, maka bisa dipastikan kejahatan juga yang akan menimpa kita. Begitu juga jika yang kita tebar adalah benih-benih kebaikan, maka kebaikan pula yang akan menghampiri kita, bahkan jumlahnya bisa berlipat ganda.
Sekedar berbagi pengalaman, ternyata bisa dibuktikan… wanita yang pernah mengkhianati saya (telah saya maafkan) juga ditinggal kekasihnya begitu dia (pacar barunya) tahu bahwa saat itu si gadis masih ada hubungan dengan saya yang seorang coverboy ini [mendengar kata “coverboy” yang dinisbatkan ke saya, seperti biasa, membuat beberapa teman saya yang sedang duduk manis tiba-tiba langsung nungging dan menjulur-julurkan lidahnya seperti ada yang mau dimuntahkan… tidak tahu kenapa, aneh?].
Karma… selalu ada balasan bagi setiap perbuatan atau tindakan yang berhubungan dengan diri dan perasaan orang lain. Oleh karena itu, hati-hatilah…!
Sekedar untuk bahan renungan, dari kisah “pengkhianatan cinta” yang pernah saya alami (semoga pertama dan terakhir), ternyata wanita yang menjadi tokoh utama kisah tersebut sampai sekarang masih “sendiri”. Dan pernah suatu saat ketika bertemu, dia seolah mencoba menarik simpatiku atau seperti ingin menggali lagi cintaku yang dulu sedalam laut biru. [Salah sendiri kenapa dikau mengkhianati seorang coverboy… Maksudnya coverboy majalah “Manusia Purba”, hehehe…].
Beberapa teman kalau sedang bercanda berceloteh asal bunyi, “Kenapa tidak CLBK saja, Mas…?” [CLBK menurut temanku adalah singkatan dari Cinta Lama Bersemi Kembali].
Hmm… bagiku selalu tidak ada kesempatan kedua…!”
Ya, kami tahu… kesalahan yang pernah dia perbuat tidak mungkin membuat dia berani ngejar-ngejar kamu lagi. Sabar bro, masih banyak wanita lain yang lebih baik dari dia…”
Thanks sobat! Tapi, masalahnya adalah: mereka tidak ada yang mau…”
Ah, nggak percaya…! Kami tahu itu, si A, si B, si C, dan si X ada rasa sama kamu… Kenapa nggak pilih salah satu? Bukalah sedikit pintu hatimu…”
Hmm…” [tidak bisa jawab, ada tanda tanya plus tanda pentung].
Ngomong donk… koq diem aja…?”
Mungkin benar ungkapan yang menyatakan hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Namun, menurutku ‘cinta’ yang dimaksud adalah cinta dari Sang Pemilik Cinta… Adakah manusia yang mencintai sesamanya demi mengharap keridhaan-Nya…?”
Ok, kami setuju!!!”
So, jangan pernah takut untuk disakiti, namun takutlah untuk menyakiti.
Menjadi Kesayangan Allah
Merasakan pedihnya cinta kita dikhianati mungkin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan tak ingin terulang lagi. Namun, boleh jadi dengan cara itu Allah SWT sedang mengingatkan kita (bagi yang mau sadar) agar tidak menambatkan seluruh cinta kita kepada sesama makhluk-Nya. Kita mencintai dengan sepenuh hati dan pengharapan, tapi justru si dia membalasnya dengan sebuah pengkhianatan yang memilukan. Kaciaaaan dech lo…!
Jika saja si dia tidak mengkhianati anda, belum tentu anda jadi ingat dengan Sang Pencipta. Bisa saja anda justru bergelimang dosa karena mencoba sesuatu yang belum pada tempatnya, atau memadu nafsu sehingga kemesraan yang anda bina sampai melanggar batas yang dilarang agama. So, jika realitas yang terjadi ternyata si dia berkhianat, mungkin itu sebuah sinyal agar anda segera tobat! Temanku pernah berkata, “Pacaran adalah dosa termanis…” Ya, memang semua jenis maksiat biasanya terasa nikmat bila dikerjakan. Beda jauh dengan ibadah atau amalan-amalan utama yang bisa mendekatkan kita dengan Sang Pencipta; semua terasa berat dan penuh godaan bagi yang belum membiasakannya.
Untuk itu, jika anda sudah terlanjur dikhianati, jangan biarkan hati anda bersedih dan meratapi nasib. Namun, jadikan momentum itu sebagai sarana bagi anda untuk menginsafi diri dan mendekatkan jiwa raga anda pada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jadikan setiap keadaan yang tidak nyaman atau menyakitkan sebagai ladang pembelajaran bagi anda untuk memahami kehidupan ini.
Ingat selalu kata bijak berikut ini:
Hal paling buruk yang terjadi terhadap anda mungkin merupakan hal paling baik yang pernah terjadi terhadap diri anda kalau anda tidak membiarkannya mengalahkan diri anda. ~ Napoleon Hill
Dan yang lebih penting lagi, renungkan baik-baik firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya, …Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Setelah ini, alangkah baiknya kita terus memperbaiki diri detik demi detik dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT (jika muslim) karena Dia-lah sesungguhnya yang harus menjadi tumpuan cinta dan pengharapan kita. Kita tegakkan shalat dengan penuh kekhusyu’an (meskipun sulit, kita harus belajar mencobanya). Kita perbanyak bacaan dzikir di pagi, siang, sore dan malam, baik dengan lisan maupun dengan hati. Dzikir dengan lisan harapannya akan menuntun hati untuk ikut berdzikir. Kita perbanyak tadarus Al Qur’an, tidak hanya di bulan Ramadhan. Kita perbanyak shalat sunnah dan amalan-amalan utama yang pernah dicontohkan Rasulullah Saw. Kita perbanyak sedekah, tidak hanya dengan “senyum”, tapi juga dengan harta yang kita miliki. Kita sambung tali silaturahmi dengan saudara yang memutuskan silaturahmi dengan kita. Dan masih banyak hal utama lainnya yang bisa kita lakukan. Pendek kata, kita jadikan momentum “patah hati karena dikhianati” sebagai ajang pendekatan diri kepada Sang Khalik. Dengan sekuat tenaga kita berusaha terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas amal ibadah kita dan kita lakukan secara terus menerus (istiqomah, konsisten) sehingga pada akhirnya kita pun bisa menjadi “Kesayangan Allah”. Jika kita sudah menjadi yang “disayang Allah” maka mungkin kita akan lebih suka terus disakiti sesama manusia namun disayang Dia Yang Maha Kuasa.
***
Demikian sedikit jawaban yang dapat saya sampaikan. Jika ada manfaatnya, itu semua datangnya dari Allah SWT. Dan mohon maaf jika penjelasan di atas masih banyak kekurangannya. Membahas masalah remaja atau dunia anak muda kalau tidak dikembalikan kepada agama maka semua itu tidak akan ada titik temunya dan pencerahan pun akan sangat sulit kita dapatkan.
Dan bagi sahabat yang sudah terlanjur sedang menjalin hubungan istimewa dengan seseorang yang anda kasihi, maka kewajiban anda adalah menjaga si dia dari hal-hal yang bisa menodai kesucian arti cinta. Jangan jadikan kata “cinta” sebagai dalih pelampiasan nafsu syahwat anda, dan jikalau hubungan anda sudah berjalan secara sehat maka jangan sekali-kali mengkhianati kekasih anda. Cukup saya yang pernah dikhianati…!
Saya juga pernah, Mas…!”
Kamu nggak kehitung!”
Nggak adil itu namanya…!”
Biarin! Emang gue pikirin…!”

Senin, 14 Maret 2011

(PR) MUSDA

Gerakan Pramuka Sumatera Utara pada tanggal 15-16 Maret 2011 hanya akan menjadi ajang pergantian pengurus ketika tidak diikuti oleh tindakan nyata dan pemikiran yang baru untuk mengembangkan Gerakan Pramuka sumatera Utara. Masalah Kualitas kepramukaan adalah unsur dasar yang harus digenjot pesat, menuju kualitas yang lebih baik. Masalah kualitas kepramukaan di sumatera utara masalah mendasarnya ada pada kepengurusan di tingkatan Kwartir Cabang yang sangat amburadul. 80% persen kepengurusan Kwartir Cabang sangat tidak profesional, dan hanya menjalankan roda organisasi dengan sekenanya saja. Hal ini sebenarnya sudah sangat lama terjadi dan terkesan ada proses pembiaran di kalangan pengurus Kwartir Daerah Sumatera Utara. Lemahnya kualitas kepengurusan tersebut tentu berimplikasi pada dinamika kepramukaan di seluruh Sumatara Utara. untuk intu kedepan , siapapun yang menjadi pengurus Kwartir Daerah Sumatera Utara harus intens untuk memperhatikan hal tersebut. Gerakan Pramuka Sumatera Utara harus di kelola dengan baik, dengan sistem organisatoris yang lebih mantap dan tidak asal berjalan saja. berikut ini adalah fakta dilapangan yang tidak bisa ditutupi lagi.
  1. 80 % Kualitas pramuka disumatera utara dalam kategori yang sangat memprihatinkan hal ini dikarenakan kualitas pembina yang tidak mumpuni.
  2. Hanya Beberapa kwartir Cabang saja yang mendapat perhatian penuh dari daerah dan biasanya itu Kwartir Cabang terdekat dari ibu kota propinsi
  3. Kepengurusan di  Kwartir Cabang yang kebanyakan tidak kolektif dan hanya itu-itu saja tanpa adanya perhatian dari kwarda menangani masalah itu, sehingga seakan-akan Pramuka di tingkat cabang hanya milik segelintir orang saja.
  4. Hampir 90% pola dan mekanisme pembinaan peserta didik di Kwartir Cabang tidak terkonsep dan tidak terarah malah banyak yang tidak memiliki konsep nyata dan sekedar hanya menjadi pengurus.
  5. Banyak pengurus yang hanya sibuk menjadi pengurus hanya pada saat akan mengikuti kegiatan baik itu di event daerah maupun Nasional.
  6. 90 % Gugus Depan di Sumatera Utara tidak mendapat perhatian dari Kwartir Cabang dan Kwartir Rantingnya dan biasanya yang mendapat perhatian adalah Gugus Depan yang pembinanya duduk dalam kepengurusan di tingkat ranting ataupun cabang.
  7. Rekrutmen pengurus Kwartir yang sangat tidak Baik dan jauh dibawah standar kepengurusan sebuah organisasi yang selayaknya.
  8. Sistem organisasi dan administrasi di tingkat Kwartir Cabang yang sangat memprihatinkan.
Beberapa hal tersebut merupakan bahagian kecil dari permasalahan yang sebenarnya tampak jelas namun tertutupi oleh sesuatu yang tidak jelas. Walau pahit namun hal ini memang harus diungkapkan sebagai bahagian permasalahan yang harus diselesaikan oleh Kwartir Daerah yang akan datang, klo memang kualitas Kepramukaan ingin ditingkatkan di Sumatera Utara. semoga.

Rabu, 23 Februari 2011

Keajaiban tempe



("The superior soyfood from Indonesia")
-------------------------------------------------------
 

Makanan asli Indonesia, yang disebut dalam 'Serat Centini' dan buku "History of Java" karangan Sir Stanford Raffles bukan lagi santapan orang pinggiran.

Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan mengakuinya sebagai makan berkhasiat yang dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit, setelah hasil penelitian tentang senyawa pembentuk tempe di sejumlah negara maju seperti AS, Jepang, Inggris dan Jerman berbuah positif.

Tempe hasil fermentasi kedelai dengan inokulum 'Rhizopus sp.' yang berwarna putih kapan. "Rhizopus sp.' ini merupakan jamur yang dapat mengurai protein dalam kedelai menjadi asam amino, sehingga lebih mudah dicerna tubuh.

Sumbangan terbesar tempe buat perempuan, salah satunya adalah: kemampuannya membuat tubuh tetap langsing serta mendukung program penurunan berat badan. Kandungannya hanya 157 kalori per 100gr. Tapi kadar lemak tempe cukup tinggi yaitu tiap 100 gr. mengandung 8.8 gr lemak (tempe segar) dan 19,7 (tempe kering).

Namun, tempe mengeluarkan enzim Lipase, yang akan memecah lemak itu menjadi lemak yang dibutuhkan tubuh, seperti asam lemak linoleat dan oleat.

Tempe juga berpotensi meningkatkan mutu makanan perempuan. Setiap 100 gr tempe segar menyumbang 10.9 gr protein, lebih dari 25% kebutuhan protein per hari yang dianjurkan bagi orang dewasa.

Susunan asam amino tempe ini mempunyai kadar lisin yang tinggi tetapi metionin-sistinnya rendah. Struktur ini berlawanan dengan yang dimiliki beras. Teorinya, asam amino protein nabati bakal menjadi protein lengkap bila dicampur dengan sesamanya, misalnya nasi dicampur tahu, atau nasi dicampur perkedel jagung. Itu sebabnya makan tempe campur nasi sangat dianjurkan.

Bagi ibu hamil dan menyusui, tempe dapat membantu dalam kecukupan zat gizi hanya dengan mengkonsumsi 50 gr tempe (2 potong tempe seukuran kotak korek api).

Tempe juga merangsang fungsi kekebalan tubuh terhadap bakteri 'E.coli' penyebab diare.
Caranya, tempe dikukus lalu dihaluskan kemudian dicampur dengan air tajin dan garam. Berikan racikan tempe ini berkali-kali. Cara ini sudah dibuktikan di Jepang saat wabah "E.coli O-175" tahun 1996 lalu.

Tempe bisa melindungi perempuan dari serangan berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker rahim, dan sejenisnya. Senyawa dalam tempe diduga memiliki aktivitas antipenyakit degeneratif, antara lain vitamin E, karotenoid, superoksida, deismutase dan isoflavon.

Tempe juga dipercaya dapat mencegah anemia dan osteoporosis. Tempe berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B-12 dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Zat besi dalam tempe cukup tinggi mencapai 9mg, 30% dari kecukupan zat besi yang dianjurkan tiap hari, juga zat besi ini lebih mudah diserap tubuh dibanding dengan zat besi pada pangan nabati lainnya. Sedangkan kandungan mineral kalsium tempe juga tinggi mencapai 347 mg/100gr, mencukupi 50% kebutuhan kalsium tubuh setiap harinya.

Tempe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa protein, asam lemak PUFA, serat, niasin, dan kalsium dalam tempe dapat mengurangi plaque kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah dan pengerasan pembuluh darah yang seringmenyebabkan penyakit jantung, hipertensi dan stroke.

Tempe juga berguna bagi proses pembentukan tulang menurut Prof. Ahmad Biben, guru besar pada Fakultas Kesehatan, Universitas Padjajaran Bandung. Kandungan zat aktif isoflavon, khususnya daidzein, genistein dan isoflavon tipe-2 yang dapat berkaitan dengan reseptor hormon ekstrogen dalam tubuh, mengurangi keluhan psikovasomotor, khususnya semburan panas di dada (yang sering dialami saat perempuan saat memasuki masa menopause).

Tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen anti- bakteri. Agar khasiat zat-zat ini tidak terbuang dalam proses pemasakan, Prof. Biben menganjurkan tempe dimasak dengan menu seperti sup, semur atau dibacem.

Melihat manfaatnya, wajar bila di mancanegara tempe sedang beranjak menjadi primadona, terutama di Jepang dan AS.

Pakar makanan tradisional DR. William Shurleff dan DR. Akiko Aoyagi bahkan menjuluki tempe sebagai 'superior soyfood from Indonesia'.

Jadi, AYO MAKAN TEMPE.....! Dan jangan sampai ada bangsa/negara lain yang bikin hak paten atas makanan hebat asal Indonesia ini! 

 

Sabtu, 19 Februari 2011

kita hebat


Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh
selalu melihat ke belakang.
Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan dua buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa
mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.
Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya.
Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran
kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kamis, 10 Februari 2011

aku siap !

Amanah adalah panggilan tanggung jawab, seberkas kolom kerja yang mampu menentukan kehormatan seseorang. Itulah makna sebuah amanah yang selama ini aku pegang teguh, sayang aku sering menjadi orang yang sering berkutat dengan amanah itu tanpa sesuatu tanggung jawab pasti yang mam[u menaikkan atau menurunkan kehormatan. seakan semua yang terjadi adalah aliaran air yang memang seharusnya mengalir dari hilir ke hulu. tapi apakah itu sebuah alasan untuk aku tidak melaksanakan amanah ?, saya pikir tidak, amanah harus dilaksanakan tanpa pamrih yang berlebih. bagaimanapun aku tetap yakin ketika amanah dilaksanakan dengan baik ada kepuasan batin tersendiri yang tidak mampu diungkapkan oleh apapun. jadi aku tetap ingin melaksanakan amanah dalam keadaan apapun.

Rabu, 02 Februari 2011

Sosok yang menyebabkan anda ber-Internet ria

Twitter, Facebook, Google, dan banyak lagi nama-nama besar yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini mungkin tak akan pernah ada tanpa Tim Berners-Lee. Inilah pria yang pantas dijuluki sebagai ‘Bapak World Wide Web’.
Di sebuah kampus, seorang anak baru saja menyelesaikan bab terakhir dari skripsinya. Sebuah ujung dari perjuangan berbulan-bulan mencari data, meneliti, dan menelusuri berbagai pustaka rujukan. Lewat sebuah kotak kecil di layar ia menuliskan, “Akhirnya selesai juga!”.
Ribuan kilometer dari tempat anak itu, orangtuanya sedang menatap layar komputer. Kagum, heran, dan kadang malu melihat tingkah-polah anak-anak dan kemenakannya di website jejaring sosial. Status anaknya muncul tak berapa lama, ia pun membalas lewat kotak kecil di bawahnya, “Alhamdulillah”. Tak terasa matanya berkaca-kaca.
Kisah itu, dan ribuan kisah lainnya –mulai dari yang senang, sedih maupun mengerikan – bisa terwujud berkat tek­nologi yang bernama Internet dan World Wide Web. Kedua teknologi yang seakan-akan tidak terpisahkan, padahal sebenarnya adalah dua hal yang berbeda.
World Wide Web (www) berawal dari sebuah pemikiran seorang pelopor. Seorang jenius. Seorang inovator. Ia adalah Timothy John Berners-Lee atau lebih sering disebut Tim Berners-Lee.

Otak Manusia vs Otak Mesin

Bertahun-tahun lampau, saat Tim masih seorang anak dengan otak penuh rasa i­ngin tahu, ia berbincang-bincang de­ngan ayahnya. Conway Berners-Lee adalah seorang ahli matematika yang terlibat dalam pengembangan salah satu komputer  awal bernama Ferranti Mark 1.
Kepada Tim muda, Conway berkata bahwa otak manusia jauh lebih unggul dari komputer. Ketika manusia melihat suatu benda seperti pohon, ia mencontohkan, akan muncul berbagai pikiran lain di kepalanya. Misalnya, bagaimana teduhnya duduk-duduk di bawah pohon. Pikiran ini kemudian akan memicu pikiran lain, seperti menanam pohon di belakang rumah.
Rantai pemikiran yang saling terkait itu rupanya membuat Tim Berners-Lee terpesona. Rantai semacam itu juga yang di kemudian hari akan dikembangkan Tim untuk bisa diaplikasikan pada teknologi komputer. Sesuatu yang dikenal sebagai hypertext. Meskipun, pada saat itu, Tim belum tahu istilah hypertext.
Dengan otaknya yang cemerlang, Tim memutuskan untuk mempelajari Fisika sebagai bidang kuliahnya. Ia lulus pada 1976 dari The Queen’s College, Oxford di Inggris. Pada Desember 1980, Tim sempat melakukan kerja lepas di sebuah pusat riset fisika partikel bernama CERN.

Kelahiran World Wide Web

CERN adalah pusat riset yang be­sar dan memiliki banyak ilmuwan yang pada gilirannya menggunakan banyak software, komputer, dan juga memiliki banyak pengetahuan. Tim pun mengajukan sebuah proposal untuk mengembangkan proyek berbasis Hypertext.
Proyek itu bernama Enquire, yang memungkinkan orang-orang di CERN saling mengetahui ‘siapa yang mengerjakan proyek apa’, ‘software apa yang digunakan’, dan ‘di komputer mana sebuah software berada’.
Meski sempat meninggalkan CERN, pada 1984 Tim kembali ke pusat riset tersebut. Kali ini ia bukan lagi menjadi tenaga lepas, namun seorang fellow alias peneliti.
Pada 1989, CERN merupakan salah satu lokasi Internet terbesar di Eropa. Internet pada masa itu merupakan sebuah infrastruktur dan lebih banyak digunakan sebagai alat komunikasi (misalnya, lewat e-mail). “Saya gatal melihat potensi yang ada, menggabungkan ide soal hypertext dan menghubungkannya ke Transmission Control Protocol dan sistem nama domain dan –jreng jreng!– jadilah World Wide Web,” ujar Tim dalam sebuah tulisan di website konsorsium World Wide Web.
Proposal pengembangan World Wide Web dikerjakan Tim berdasarkan proyek Enquire yang pernah dilakukannya. Ia melakukan hal ini bersama Robert Cailliau, seorang peneliti yang sebenarnya juga memiliki ide serupa namun belum melibatkan Internet.
Salah satu yang dikembangkannya untuk proyek ini adalah sebuah browser bernama WorldWideWeb. Browser yang berjalan di komputer NeXTSTEP itu memiliki dua fungsi, melihat halaman web dan sekaligus menyuntingnya.

Membuat Internet lebih hidup

Internet merupakan sebuah infrastruktur jaringan komputer yang saling terkait di seluruh dunia. Dirancang oleh militer AS, Internet merupakan sebuah jaringan yang tak bisa dimatikan dengan mudah karena tak memiliki sistem yang terpusat.
Namun, Internet sebelum Tim Berners-Lee adalah tempat yang “gelap”. Mes­ki banyak komputer terhubung di Internet, data yang ada tak mudah diakses. Ja­ngankan masyarakat umum, para ilmuwan pun tak selalu bisa memanfaatkan Internet dengan baik.­
Tim Berners-Lee dan World Wide Web-nya mengubah hal itu. Ia mengembangkan program untuk membuat dokumen di Internet, yaitu Hypertext Markup Language alias HTML. Ia membuat program yang bisa saling menautkan dokumen-dokumen itu, bernama Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Ia juga membuat program untuk menentukan letak program itu, Universal Resouce Locator alias URL.
Tidak berlebihan jika di kemudian hari, tepatnya pada tahun 2004, Tim Berners-Lee dinobatkan sebagai Kesatria oleh Ratu Inggris karena pencapaiannya dalam membangun World Wide Web. Pencapaian yang oleh Tim sendiri disebut sebagai ‘hanya sebuah program’.

Mimpi yang belum selesai

Pada awalnya, keinginan Tim Berners-Lee adalah membuat orang lebih mudah untuk mendapatkan data yang diinginkannya lewat Internet. Hal itu yang menjadi motivasinya dalam membangun sebuah sistem berbasis hypertext.
“Web adalah piranti kreatif, sebuah alat untuk berekspresi,” ujar Tim dalam suatu kesempatan.
Itulah mengapa Tim selalu mendukung upaya untuk membuat Internet bersifat terbuka. Ia tak ingin ada satu pun perusahaan yang mendominasi web.
Tim mendukung penuh gerakan bernama Net Neutrality. Menurut Tim, para penyelenggara jasa Internet di dunia tak boleh melakukan diskriminasi pada pelanggannya. Aktivitas pelanggan juga seharusnya tak boleh diawasi dan dibatasi tanpa persetujuan dari pelanggan itu.
Pada masa pengembangannya, sebelum web menjadi sebesar saat ini, Tim pernah didekati oleh berbagai perusahaan yang menawarkan untuk membeli teknologi itu. Namun Tim bersikeras de­ngan idealismenya menjadikan Web sebagai sesuatu yang terbuka.
Salah satu ketakutan terbesar Tim pada Internet adalah jika orang butuh membuka banyak browser untuk mengakses halaman-halaman web yang berbeda. “Navigasi web seharusnya merupakan hal yang terbuka. Jika pada suatu hari Anda membutuhkan enam browser yang berbeda, World Wide Web tak bisa lagi disebut World Wide Web,” tukasnya.
Dukungannya pada keterbukaan juga tercermin ketika pada 2009, ia membantu upaya pemerintah Inggris membuka diri lewat web. Data-data milik pemerin­tah Inggris, lewat program bernama Data.gov.uk, akan bisa diakses tanpa biaya.
“Perubahan ini mencerminkan perubahan besar di pemerintahan, yaitu asumsi bahwa semua informasi memang selayaknya berada di ranah publik kecuali ada alasan khusus – bukan sebaliknya. Keterbukaan, akuntabilitas, dan transparansi di pemerintahan akan memberikan lebih banyak pilihan bagi rakyat dan membuat individu lebih mudah untuk terlibat dalam isu-isu yang penting bagi mereka,” tutur Tim.

Berbaring menatap bintang dengan kaki telanjang

Entah mengapa, jenius, orang gila, dan seniman besar biasanya memiliki perilaku yang eksentrik. Setidaknya bagi orang ‘biasa’ di sekitar mereka, mahluk-mahluk itu akan nampak sangat ‘ajaib’.
Demikian juga dengan Tim Berners-Lee yang oleh banyak rekannya digambarkan sebagai seorang jenius. Perilakunya kerap membuat bi­ngung orang di sekitarnya, meskipun mereka pada akhirnya bisa memaklumi.
Pada waktu bekerja di CERN, antara 1980 – 1984, Tim pernah bekerja di sebuah perusahaan komputer bernama Image Computers Systems Ltd. Sang pemilik, John Poole, menyebut Tim sebagai orang terpandai yang pernah ditemuinya. “Saya tak mudah menyebut orang sebagai jenius, namun Tim adalah satu orang yang menurutku paling mendekati kata itu. Jika bicara, ia sangat cepat, seakan-akan mulutnya berusaha me­ngimbangi kecepatannya berpikir,” tutur Poole. “Ketika ia mencari inspirasi, ia akan berbaring menatap langit. Di lain waktu, ia akan menanggalkan alas kakinya,” Poole melanjutkan.
Sosok yang ajaib ini kerap menghabiskan waktunya berbaring menghadap la­ngit sambil berpikir, terutama di dekat sungai-sungai kecil yang bergemericik, di bawah pepohonan yang teduh.
Bagi teman-teman dekatnya, Tim adalah seorang yang ramah, hangat, dan kerap menghidupkan suasana. Namun bagi publik, ia adalah orang yang tertutup. Ia tak membolehkan orang untuk mengetahui sisi pribadi kehidupannya.
Data Diri
Nama: Timothy John Berners Lee atau Sir Tim Berners-Lee atau Sir Tim Berners-Lee
Lahir: 8 Juni 1955, Inggris
Pendidikan: Queen’s College, Oxford.
Jabatan: Profesor di MIT, Direktur  World Wide Web Consortium,  Pendiri World Wide Web Foundation.
Prestasi: Penemu World Wide Web

Dimana Kita Berdiri Tidak Penting, Yang Penting Kemana Kita Akan Melangkah

Siapa diri kita sekarang tidak penting, yang penting kita mau menjadi siapa dengan pribadi yang bagaimana.
Siapa orang tua kita tidak penting, yang penting kita mau menjadi anak yang bagaimana.
Masa lalu tidak penting, yang penting hari ini dan esok.
Bagaimana orang memandang kita tidak penting, yang penting bagaimana kita memandang orang, dan bagaimana kita memandang diri kita sendiri.
Berapa besar kepercayaan orang ditentukan oleh berapa besar kejujuran dan kredibilitas kita.
Buah yang bagaimana yang akan kita petik ditentukan oleh bagaimana kita menanam.
Bagaimana sekarang kita berproses inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya.
Jangan kita mengharapkan orang lain atau pasangan kita untuk berubah, jika kita sendiri belum mau berubah (sikap,kata-kata,pola pikir,egois).
Sukses tidak selalu diukur dengan harta / popularitas, sukses juga diukur “Kesehatan Mental”, maka buang sikap iri, sombong, serakah, benci, menganggap rendah org lain, dll.